Resensi Film
Dokumenter Melawan Covid-19 di Wuhan
Oleh: Atika Berliana (10080020214)
- Judul film : Days and Nights in Wuhan
- Sutradara : Cao Jinling
- Produser : Li Wei
- Penulis naskah : Cao Jinling
- Jenis film : Dokumenter
- Durasi : 1 jam 35 menit
- Tanggal rilis : 22 Januari 2021
- Bahasa : Cina
- Negara asal film : Tiongkok
- Tempat produksi film : Partai Komunis Tiongkok dan Departemen Propaganda Hubei
Film
dokumenter ini merupakan sebuah film asal Tiongkok yang dirilis oleh sutradara Cao
Jinling untuk memperingati satu tahun Wuhan melakukan lockdown atau karantina
besar besaran akibat Covid-19, Cao Jinling dibantu dengan 30 pembuat film untuk
menggarap film dokumenter ini. Days and Nights in Wuhan ini menggambarkan
bagaimana penderitaan 11 juta warga Wuhan, pekerja medis, dan seluruh pekerja
di garda terdepan memerangi Covid-19.
Scene film tersebut menampilkan kegigihan para
pekerja medis untuk menolong warga dan semua warga yang berjuang memerangi
virus yang dialaminya. Awal scene film tersebut melihatkan betapa sepinya kota
Wuhan pada saat itu seperti kota mati yang ditinggalkan. Pekerja medis selalu
menggunakan alat pelindung diri (APD) yang berfungsi untuk melindungi penggunanya
dari bahaya terpapar virus Covid-19 dari pasien. Salah satu rumah sakit yang direkam
dalam film ini adalah Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, para medis berusaha tetap
berinteraksi dengan pasien dengan alat bantu pensil dan kertas dikarenakan
pasien yang sedang dalam perawatan ECMO. Kepala Perawat di Rumah Sakit Palang
Merah Wuhan menceritakan ayahnya yang didiagnosis dan dirawat di rumah sakit
selama beberapa hari dan mengalami koma. Beberapa petugas medis membantu
menyuapi makanan kepada pasien yang sudah lansia, salah satunya bernama Meng
Xianming pasien kritis berusia 78 tahun.
Rumah
Sakit Rakyat Distrik Dongxihu Wuhan, seorang pasien bernama Li Chao dan semua
anggota keluarganya terinfeksi dan dirawat di rumah sakit yang berbeda, mereka
hanya bisa berinteraksi dengan cara menggunakan video call untuk saling
berkabar dengan keluarganya. Lalu ada seorang istri menjadi pasien yang
didiagnosis dan di rawat di rumah sakit setelah anak keduanya lahir dan
suaminya yang menceritakan awal mula istrinya yang terpapar, terlihat bahwa
sang suami sangat mengkhawatirkan istrinya dan sangat berharap istrinya tetap
hidup dan baik baik saja dengan nada pilu dan menentas air matanya. Terlihat
betapa lelahnya para medis menangani semua pasien dengan sekuat tenaga namun
petugas medis tetap membantu tetapi salah satu pasien bernama Guan Ailing 3
hari setelah melepas ECMO meninggal dunia setelah penyelamatan yang tidak
efektif. Saat maraknya virus ini tak hanya banyaknya orang yang meninggal
tetapi ada salah satu bayi kuat yang berhasil lahir dari seorang ibu bernama Li
Qinger, untuk mengurangi resiko infeksi, pada bayi baru lahir tersebut dikirim
ke Rumah Sakit Anak Wuhan untuk observasi bersama dengan bayi lainnya.
Seorang
perawat bernama Su Jie kehilangan ayahnya setelah penyelamatan yang tidak
efektif, tubuhnya diserahkan kepada profesional untuk ditempatkan. Pada scene
ini terlihat begitu sedihnya Su Jie yang berusaha ingin melihat ayahnya untuk
terakhir kali namun tidak bisa dan ditenangkan oleh penjaga medis lainnya. Pada
akhirnya seiring waktu warga Wuhan bias melawan Covid-19 dan mulai beraktivitas
diluar dengan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, menjaga
jarak, menghindari kerumunan, penyemprotan disinfektan atau bahan kimia yang
digunakan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme pada fasilitas umum.
Menurut
saya film Days and Night in Wuhan secara keseluruhan sangat direkomendasikan
untuk ditonton sendiri atau bersama kerabat terdekat berbagai kalangan, kisah
yang diabadikan dari dokumenter selama warga Wuhan melawan Covid-19 cukup
membuat penonton menguras kesedihan dan tangis. Seperti kata Cao Jinling
sebagai sutradara berkata bahwa mereka ingin merekam perjalanan dalam memerangi
wabah Covid-19 melalui film, seperti beberapa detail, termasuk perawatan yang
intens, penantian yang cemas, perpisahan yang memilukan dan kelahiran kembali
yang penuh harapan, yang akan menyentuh hati penonton.
Kelebihan yang didapatkan dari film ini yaitu seluruh isi film sangat mengharukan, dapat merasakan kesedihan pada orang orang dalam film yang bisa dirasakan dengan nyata oleh penonton betapa gigihnya melawan Covid-19 terlebih kita yang pernah mengalami pada fase yang sama saat Covid-19 ini mewabah. Kekurangan dari film ini yaitu kurangnya translate untuk bahasa lain selain bahasa Cina dan bahasa Inggris selebihnya film ini sudah sangat bagus dan layak untuk ditonton.
Comments
Post a Comment